Tampilkan postingan dengan label Artikel tentang guru di zaman milenial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel tentang guru di zaman milenial. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2020

GURU DI ZAMAN MILENIAL

Oleh: Muhammad Nazir, S.Pd
Guru PPKn MAN Dompu

Pandemi covid 19 yang sedang melanda dunia memberikan pesan kepada kita bahwa manusia tidak boleh puas dengan keadaan mapannya. Kita tidak pernah tahu, kapan suatu keadaan akan berubah dan dalam bentuk apa perubahan tersebut akan terjadi. Seperti saat ini, dimana guru dan siswa tidak diperkenankan bertemu dan bertatap muka namun diharuskan untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Untuk melaksanakan KBM itu, pemerintah telah menyediakan beberapa fasilitas pembelajaran seperti pembelajaran elektronik atau e-learning bagi masing-masing madrasah dan sekolah serta pembelajaran yang bersifat terpusat dan massif melalui layanan TV pemerintah atau TVRI. Semua usaha itu dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tidak berhenti dan juga usaha pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona ini bisa berhasil.
Jika pemerintah telah berusaha menyediakan fasilitas belajar dan kegiatan belajar terpusat maka pertanyaan selanjutnya apa yang telah dilakukan oleh guru sebagai tenaga pendidik dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh ini? Jawabannya pasti beragam karena situasi dan kondisi madrasah atau sekolah yang berbeda-beda. Ada guru yang sudah melaksanakan pembelajaran dengan e-learning, ada juga guru yang melaksanakan pembelajaran berbasis Whats App Group bahkan ada juga yang tidak melaksanakan pembelajaran sama sekali dengan berbagai macam alasan. Tentunya hal ini kembali pada pribadi guru masing-masing.
Sebagai guru yang mengajar pada era teknologi ini, apa yang mesti dilakukan agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik, kreatif dan menyenangkan? Untuk menjawab pertanyaan ini, menurut saya, ada beberapa kriteria guru yang dapat beradaptasi dengan era teknologi ini:
1.    Guru memiliki jiwa yang terbuka
Jiwa yang terbuka artinya adalah kesediaan diri untuk menerima masukan dan kritikan serta bersedia untuk terus menerus memperbaiki dan memperbaharui pengetahuan dan pemahamannya tentang konsep dan teknologi pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilaksanakannya adalah pembelajaran yang tepat guna dan berhasil guna.
Jiwa yang terbuka menjadi kunci utama jika ingin menjadi guru yang berkembang. Pikiran yang terbuka serta tidak gengsi untuk bertanya kepada rekan sejawat menjadi pintu masuknya pengetahuan dan juga motivasi karena biasanya lewat diskusi guru-guru dapat saling memberikan pengalamannya serta saling memotivasi untuk terus berusaha mengembangkan kemampuan dirinya.
2.    Guru yang tidak cepat merasa puas dan selalu tertantang untuk selalu meningkatkan kualitas pembelajarannya
Sebagian guru ada yang enggan untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya karena menganggap metode pembelajarannya sudah cukup berhasil. Ada juga yang tidak mau meningkatkan pembelajarannya karena malas berpikir dan tidak mau repot dengan keadaannya.
Masalah diatas, itu adalah nyata terjadi. Biasanya terjadi pada guru-guru yang sudah sepuh yang merasa cukup dengan apa yang telah diperbuatnya. Namun bagi guru yang masih fresh dan energik hal tersebut tidak boleh dilakukan. Kita harus menyadari bahwa profesi guru adalah profesi yang menentukan tingkat kemajuan suatu negara. Melalui pendidikan, kita sedang menyiapkan proses regenerasi masa depan. Jika proses regenerasi ini berjalan baik maka bisa dijamin masa depan akan baik dan maju dan sebaliknya jika proses regenerasi ini kita laksanakan secara acak-acakan maka bangsa ini akan tetap berada pada posisinya yang terbelakang.
3.    Guru yang tidak gaptek (gagap teknologi)
Sebagai guru milenial yang hidup pada era teknologi maka pengenalan dan penguasaan terhadap teknologi mesti dilakukan. Lebih-lebih pada kondisi pandemi covid 19 ini, peranan teknologi pembelajaran sangat dibutuhkan. Pembelajaran yang dilaksanakan dari rumah akan sangat bermakna apabila dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi yang tepat.
Saat ini, perusahaan-perusahaan teknologi dunia berlomba-lomba untuk menciptakan aplikasi yang bermanfaat untuk manusia, yang juga bermanfaat untuk dunia pendidikan. Kita sebagai guru hanya perlu memanfaatkan salah satu dari sekian banyak aplikasi yang disediakan untuk pembelajaran kita. Namun begitu, aplikasi tersebut harus benar-benar mampu menjadi media untuk melakukan pembelajaran secara efektif. Transfer of knowledge dan transfer value nya harus dipertimbangkan sehingga kita tidak asal-asalan dalam melaksanakan proses pembelajaran.
4.    Guru yang pandai memanfaatkan situasi dan kondisi untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya
Kondisi belajar di rumah atau teaching from home menyadarkan kita semua bahwa guru harus siap mengajar dalam semua kondisi. Suatu kondisi dimana guru dan siswa tidak diperbolehkan bertemu dan bertatap muka namun harus tetap melaksanakan proses belajar mengajar. Pada proses ini, guru harus menyiapkan diri sebaik mungkin serta menyiapkan proses KBMnya sehingga bisa terlaksana. Hal-hal yang bisa dilaksanakan guru antara lain, membuat group pembelajaran bisa lewat group Facebook atau group Whats App. Lewat group ini nanti kemudian guru bisa memberikan arahan-arahan bagaimana semestinya pembelajaran dilaksanakan.