Rabu, 29 Januari 2020

PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM FILSAFAT


Oleh: Prof. Dr. Kaelan, M.S

A.      Pengertian Pancasila Sebagai Suatu Sistem
Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan system filsafat. Yang dimaksud dengan system adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerja sama  untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh. System lazimnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.       Suatu kesatuan bagian-bagian
2.       Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri
3.       Saling berhubungan, saling ketergantungan
4.       Kesemuanya dimaksud untuk mencapai suatu tujuan bersama (tujuan system)
5.       Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks (shore dan Voich, 1974:22)

Pancasila yang terdiri atas bagian-bagian yaitu sila-sila pancasila, setiap sila pada hakikatnya merupakan suatu asas sendiri, fungsi sendiri-sendiri berdasarkan tujuan tertentu, yaitu suatu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila.
Isi sila-sila pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan. Dasar filsafat Negara Indonesia terdiri atas lima sila yang masing-masing merupakan suatu asas peradaban. Namun demikian sila-sila pancasila itu bersama-sama merupakan suatu kesatuan dan keutuhan, setiap sila merupakan satu unsur (bagian yang mutlak) dari kesatuan pancasila. Maka dasar filsafat Negara pancasila adalah merupakan suatu kesatuan yang bersifat majemuk tunggal (majemuk artinya jamak) (tunggal artinya satu). Konsekuensinya setiap sila tidak dapat berdiri sendiri terpisah dari sila lannya.
Sila-sila pancasila yang merupakan system filsafat pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan organic. Antara sila-sila pancasila saling berkaitan, saling berhubungan bahkan saling mengkualifikasi. Sila yang satu senantiasa dikualifikasi oleh sila sila-sila lainnya. Secara demikian ini, maka pancasila itu pada hakikatnya merupakan system, dalam pengertian bahwa bagian-bagian, sila-silanya saling berhubungan secara erat sehingga membentuk suatu struktur yang menyeluruh. Pancasila sebagai suatu system juga dapat dipahami dari pemikiran dasar yang terkandung dalam pancasila, yaitu pemikiran tentang manusia dalam hubungannya dengan Tuhan yang maha esa, dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, dengan masyarakat bangsa berpikir bangsa Indonesia. Dengan demikian pancasila merupakan suatu system dalam pengertian kefilsafatan sebagaimana system filsafat lainnya antara lain materialism, idealism, rasionalisme, liberalism, sosialisme dan sebagainya.
Kenyataan pancasila yang demikian itu disebut kenyataan objektif, yaitu bahwa kenyataan itu ada pada pancasila sendiri terlepas dari sesuatu yang lain atau terlepas dari pengetahuan orang. Kenyataan objektif yang ada dan terlekat pada Pancasila, sehingga pancasila sebagai suatu system filsafat bersifat khas dan berbeda  dengan system-sistem filsafat yang lainnya mislanya liberalism, materialism, komunisme dan aliran filsafat yang lainnya. Hal ini secara ilmiah disebut cirri khas secara objektif (Notonagoro, 1975:14). Misalnya kita mengamati jenis-jenis logam tertentu emas, perak, tembaga dan lainnya. Kesemua jenis logam tersebut memiliki ciri khas tersendiri antara lain meliputi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar